Ber-push-email dengan Emoze (Part 1)

emoze_2_programViewJadi sekarang zamannya push-email. Entah dimengerti atau tidak, semua orang mendadak ingin push-email. Dengan lugunya, seorang teman juga pernah berkata, ‘Ternyata handphone-ku juga bisa push email lho, Mas.’ Setelah aku periksa, ternyata yang dia sebut push email itu adalah mengatur program email melakukan send/receive secara otomatis. Alamak!

Mungkin memang masih banyak yang kurang paham tentang konsep push email ini. Gampangnya bisa dikatakan bahwa ada dua cara email diterima: ditarik (pull) atau didorong (push).

Ditarik berarti ada upaya untuk menarik email dari server–apakah dilakukan secara manual atau otomatis. Jadi, meski ditarik secara manual, misalnya dengan interval waktu setiap 5 menit, pada dasarnya caranya masih termasuk pull email. Atau, ada yang bilang juga ‘semi push’… sebuah istilah yang ngaco sebenarnya.

Sementara itu, push email (murni) berarti setiap email yang masuk ke server akan langsung didorong ke kotak pos (inbox) kita–tanpa upaya apa pun. Ibaratnya, ada pak pos yang mengantarkan langsung. Hal ini dapat dibandingkan dengan SMS, yang setiap kali muncul di inbox dan ada pemberitahuan. Nah, push email itu ya kira-kira seperti SMS yang langsung masuk dan ada notifikasinya.

Dengan push email, pengguna tidak perlu repot-repot lagi mengecek email, karena email akan diterima tak lama setelah dikirim.

Eforia push email ini kian menjadi dengan hadirnya layanan Blackberry. Beberapa tahun yang lalu, ketika pertama kali mengenal nama ‘Blackberry’, aku merasa asing dan aneh. Ketika itu, dua operator besar bersaing menawarkan layanan push email: Indosat dengan Blackberry, sedangkan Telkomsel dengan Ventus. Sekarang, Blackberry terus berkibar, sedangkan Ventus entah ke mana.

Agak menggelikan juga dengan maraknya push email berbasis Blackberry ini. Pasalnya, sekian lama para operator besar itu menawarkan–dan memang waktu itu segmen yang dituju lebih kepada para eksekutif dan pelanggan korporat. Mendadak, setelah Obama naik daun dan menjadi presiden, dan ternyata adalah pencandu Blackberry, maka peranti nirkabel asal Kanada ini pun meledak popularitasnya.

Sekarang, semua orang tergila-gila dengan push email–sekali lagi, entah mengerti maksudnya atau tidak. Produsen ponsel pun merasa minder jika perangkatnya belum memiliki kemampuan ini. Maka, sekarang bertaburan ponsel dari pabrikan besar hingga merek antah-berantah yang mengklaim ‘push email’ ready. Entah benar-entah tidak, enggak tahu lah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s