Ber-push-email dengan Emoze (Part 2)


Ada dua permohonan maaf. Pertama, karena terlalu lama tidak mengirim postingan. Kedua, sejatinya posting ini hendak membahas push email menggunakan Emoze. Namun, postingan terdahulu masih berkutat seputar pengertian push email–belum lagi menyentuh Emoze.

Tidak ada. Pasalnya memang persoalan ini menjadi menarik karena maraknya fenomena push email dan Blackberry. Dua hal itu yang menjadi titik masuk.

Untuk dapat mencicipi push email ala Blackberry tidak mudah. Pertama, harus memiliki handset Blackberry yang harganya ada di kisaran Rp 3 jutaan (cmiiw), kalau tidak salah untuk seri Gemini. Lantas, harus pula membeli paket BIS yang harga langganannya di kisaran Rp 140-Rp 160 ribuan (cmiiw) dari operator tertentu. Memang ada pilihan paket prabayar atau Blackberry on demand, tapi menurutku masih ada ketentuan yang mengikat–meskipun para operator itu gembar-gembor bahwa dengan mengeluarkan sejumlah dana tersebut, pengguna dapat berselancar di Internet sepuasnya.

Hal-hal seperti ini memang dapat “menghina” akal sehat. Apabila memang pengguna suka berselancar sampai segila-gilanya, memang harga itu boleh dikata murah. Namun, jika hanya digunakan untuk push email–yang itu pun tidak seberapa–lantas selebihnya dipakai untuk update status Facebook, pasti jatuhnya mahal. Semangat yang melatari tulisan ini adalah mari menggunakan gadget secara rasional.

Emoze menawarkan pilihan untuk membayar push email sesuai penggunaan–tidak lebih, tidak kurang. Lantas, solusi ini juga dapat digunakan di banyak handset, baik yang berbasis Windows Mobile (Pocket PC) maupun Symbian. Layanan ini juga dapat digunakan pada berbagai jaringan, mulai dari GSM, CDMA, WLAN, 2G, 3G hingga 3,5G.

Aku mulai mengenal layanan ini sejak menggunakan Ipaq 6365. Menjelang berhenti menggunakan handset besutan HP itu, aku sempat menjajal Emoze. Kala itu, persyaratan untuk dapat menggunakan Emoze adalah memiliki akun Gmail. Dan, memang, yang di-push adalah email Gmail, memanfaatkan dukungan teknologi IMAP pada Gmail.

Ketika beralih ke Palm Treo, aku menggunakan push email Snappermail dan Chattermail (lagi-lagi mengandalkan IMAP Gmail). Jadi, Emoze untuk sementara dilupakan. Begitu beralih lagi ke Symbian (Nokia E71), aku pun mencari-cari solusi push email dan ketemu lagi dengan Emoze.

Emoze menawarkan versi basic yang gratis dan versi pro yang berbayar (14 dollar AS untuk setahun). Versi basic hanya mendukung satu akun email Gmail, sedangkan versi pro mendukung hingga 10 akun email, termasuk “email” Facebook. Dan, semuanya bisa dipush.

Sebenarnya ada lagi versi enterprise yang memungkinkan akses ke server kantor. Aku memutuskan untuk mengupgrade ke versi pro dan menurutku harga 14 dollar AS untuk setahun masih lebih masuk akal ketimbang paket BIS. Dengan itu, aku kini memasukkan 4 akun email–tadinya 5, dengan Facebook, tapi aku pikir cukuplah yang 4 ini saja, 3 berbasis Gmail dan satu berbasis Hotmail. Semuanya aku set untuk full push email.

Pengalaman menggunakan Emoze selama sebulan ini, ada beberapa hal yang menguntungkan. Pertama, aku dapat mengatur sendiri level penggunaan email, dari full push email hingga “semi push”–dalam arti ditarik pada interval waktu tertentu untuk lebih menghemat baterai. Meski bisa full push email, tapi bisa juga diatur waktu aktifnya hanya dalam periode waktu tertentu. Aku mengaturnya sehingga push email ini hanya beroperasi dari pukul 6 pagi hingga pukul 10 malam. Lagi pula, siapa yang mau berkirim email dan membuka email pada tengah malam.

Memang, tagihan penggunaan data (GPRS) belum datang, sehingga aku belum dapat membandingkan, berapa biaya yang dihabiskan untuk empat akun email–dua di antaranya sangat aktif, yaitu email kantor dan email untuk milis. Namun, pengalaman yang sudah-sudah menggunakan Snappermail dan Chattermail, segila-gilanya penggunaan paket data untuk email belum pernah menembus angka Rp 100 ribu. Padahal itu sudah dipakai untuk mengikuti sejumlah milis.

Menurut informasi pengguna lain dan juga klaim di situs Emoze, layanan ini sangat hemat menggunakan data. Dan memang, dapat dicek pada penggunaan GPRS (di E71 buka Menu > Connectivity > Conn. mgr. > Active data connections, di situ dapat dilihat besar lalu-lintas data, baik download maupun upload), selama sehari biasanya ada pada kisaran 100 kB. Wajar saja, pasalnya email Emoze dapat diatur untuk memangkas (truncate) isi hingga minimal 4.000 karakter saja atau pilihan lain 5 kB.

Baik, kita sudahi dulu posting ini, nanti kita sambung lagi untuk penggunaan Emoze lebih lanjut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s