Kimchi, Makan Sehat Ala Korea

Tak elok berkunjung ke sebuah negara jika tidak mencicipi hidangan khas setempat. Maka, berkunjung ke Korea pun belum tuntas jika belum menyantap kimchi. Tak perlu repot mencari, karena hampir dalam setiap kesempatan orang Korea makan kimchi.

Kimchi merupakan pendamping utama nasi pada menu makan orang Korea. Biasanya, menu pendamping ini dijejerkan di tengah meja makan untuk disantap bersama-sama. Sekilas tampilannya kurang mengundang karena tampak seperti sayuran beku dengan warna kemerahan. Tapi, kimchi layak dicoba karena rasaya yang khas dan manfaatnya yang berlimpah.

Sejarah

Kimchi merupakan makanan kebanggaan orang Korea. Makanan tradisional ini diwariskan turun-temurun dan telah dikenal sekurangnya sejak era Tiga Kerajaan di Korea, yaitu sebelum tahun 50 SM.

Awalnya, kimchi merupakan cara orang Korea untuk mengawetkan makanan. Sejarah mencatat, orang-orang Goguryeo—salah satu dari Tiga Kerajaan—sangat pandai membuat makanan fermentasi seperti sejenis bir, acar pasta kacang, atau ikan asin. Menyimpan makanan hasil fermentasi merupakan kelaziman kala itu. Sejalan dengan semakin beragamnya jenis sayuran yang dikenal, beragam jenis kimchi pun dibuat.

Pada dasarnya, hampir semua bahan makanan bisa dijadikan kimchi. Namun, sayuran yang umum dan paling sering dijadikan kimchi adalah kol. Kimchi Field Museum di Seoul mendokumentasikan sekitar 187 ragam kimchi, baik yang tercatat dalam sejarah maupun yang ada dewasa ini.

Variasi kimchi dapat ditemui berdasarkan daerah atau musim. Hal itu antara lain karena jenis sayuran yang tumbuh pada sebuah kawasan atau musim tertentu berbeda, sehingga kimchi yang dibuat pun berbeda.

Membuat kimchi tidak terlalu sulit. Yang penting adalah membuat campuran bumbu kimchi, yang terdiri dari air garam, cabe merah, lada, bawang putih, lobak, kol, jahe, garam, chotgal (makanan laut yang diasinkan), daun bawang, dan lain-lain. Sayuran atau bahan makanan yang hendak dibuat kimchi dilumuri campuran bumbu tersebut lalu disimpan. Makanan yang dijadikan kimchi dapat bertahan hingga setahun.

Sehat
Sebagai makanan hasil fermentasi, kimchi mengandung lactobacillus. Bakteri asam laktat ini banyak ditemukan pada makanan hasil fermentasi seperti yoghurt atau keju. Lactobacillus merupakan bakteri yang bermanfaat karena berperan untuk mencegah berkembangnya bakteri-bakteri yang jahat berbahaya. Bahkan, dibandingkan dengan yoghurt, kandungan lactobacillus kimchi empat kali lebih tinggi.

Kimchi juga mengandung banyak zat-zat gizi bermanfaat seperti vitamin A dan C, kalsium, fosfor, zat besi dan lain-lain. Bagi mereka yang sedang menjaga berat badan, kimchi merupakan pilihan tepat karena kandungan serat tinggi namun rendah kalori. Sementara itu, kandungan capsaicin pada cabe yang pedas membantu kontrol berat badan dengan meningkatan metabolisme dan membakar lemak tubuh. Tak heran, dengan berbagai manfaat kesehatan tersebut, kimchi dinobatkan sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia.

Bagi yang berkunjung ke Korea, selain tamasya alam dan berbelanja, pilihan aktivitas lain yang menarik adalah belajar membuat kimchi di Kimchi School, Seoul. Selain mencoba membuat sendiri kimchi, pengunjung juga dapat berfoto mengenakan busana tradisional Korea, hanbok.

3db4f-picture513
Mencoba mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea, usai belajar membuat kimchi. Ummm, kids, don’t do this at home…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s