Yang Biasa Jadi Luar Biasa

Yang Biasa Jadi Luar Biasa
Diorama kehidupan masyarakat Korea pada periode Joseon.

Apa menariknya kehidupan keseharian sebuah masyarakat? Jika dibiarkan begitu saja, tentu tidak menarik. Tapi, jika dikemas dalam rangkaian kisah berikut visualisasi, tak lupa dibubuhi sejumlah fakta unik, yang biasa tadi pun dapat menjadi luar biasa. Setidaknya, kesan itulah yang mengemuka saat berkunjung ke National Folk Museum of Korea.

Bagi banyak wisatawan Indonesia, berkunjung ke museum bukanlah agenda menarik. Tahan dulu apriori tersebut, karena museum yang berdiri di lingkungan Gyengbok Palace ini sangat berbeda. Gyengbok Palace merupakan kediaman raja-raja dari wangsa Joseon yang memerintah Korea dari tahun 1392-1910. Di National Folk Museum of Korea, pengunjung dapat mengenal lebih dekat peri kehidupan dan budaya masyarakat Korea, terutama yang diwariskan oleh periode Joseon.

Yang Biasa Jadi Luar Biasa
Pengunjung sedang mengamati kerajinan masyarakat Korea.

Museum terdiri dari tiga bangunan aula pameran utama, ditambah sebuah museum anak-anak dan ruang pameran khusus. Masing-masing aula menyajikan sebuah tema, yaitu sejarah masyarakat Korea, cara hidup orang Korea, dan siklus hidup orang Korea. Sementara itu, museum anak-anak dirancang khusus bagi pengunjung anak-anak sehingga mereka tetap respek pada budaya leluhur, sedangkan ruang pameran khusus merupakan tempat penyelenggaran berbagai acara. Di samping itu, terdapat pula ruang audio-visual, auditorium, kantin dan tentu saja toko souvenir.

Meski berkisah tentang sejarah dan cara hidup sebuah masyarakat, museum yang berlokasi di pusat Kota Seoul ini sangat menarik. Pada setiap aula, masing-masing tema disajikan dalam alur kisah memikat. Contohnya, tentang siklus hidup orang Korea, pengunjung diajak menyimak kehidupan seseorang mulai dari lahir, besar, hingga akhirnya dewasa dan menikah. Fase-fase penting kehidupan dijabarkan lebih rinci, misalnya bagaimana masyarakat Korea memandang sakral ari-ari bayi sehingga menyimpannya di tempat khusus. Atau, bagaimana prosesi pernikahan seorang wangsa Joseon, dari mulai lamaran hingga pesta pernikahan.

Selain diorama yang sangat kaya detil, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai peralatan yang digunakan sehari-hari, juga foto-foto sejarah yang menambah keautentikan kisah yang disajikan. Sementara, pengunjung juga dapat menyimak arca, patung, hingga berkeliling kompleks istana untuk mendapat suasana yang lebih nyata lagi.

781c8-picture473
Nekat-nekatnya mejeng di bawah hujan salju di depan Gyengbok Palace.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s