Sleepy Monday

What a traffic. Hari ini terlambat masuk kantor karena perjalanan dari rumah memakan waktu hampir 2,5 jam. Barangkali bukan sepenuhnya karena kepadatan lalu-lintas maka aku terlambat. Pasalnya, berangkat dari rumah saja sudah pukul 7, jangan heran kalau terjebak macet.

Yang lebih kasihan adalah Jeremy. Ia menunggu ojek dan baru bisa berangkat pukul 8.45. Padahal, ia masuk pukul 9.00. Kata Icha, ia akhirnya baru tiba di sekolah pukul 9.30. Itu dalam kondisi badan sudah berpeluh. Kebayang lah kalo naik motor (ojek).

Memang, kita harus berjuang hidup di kota besar seperti Jakarta. Suasananya sudah jauh lebih parah ketimbang pertama kali aku masuk kerja sekitar 13 tahun silam. Meski dulu saja sudah macet, sekarang keadaannya jauh lebih memilukan.

Tapi, kita adalah anak-anak zaman. Dulu, aku mungkin stres setengah mati karena macet dan takut terlambat. Sekarang, setelah aku berkubang dan menjadi bagian di dalamnya, aku hampir tidak peduli. Istilah orang Medan, sudah tahu selah nya. Ya dibawa santai aja.

Hari ini pun, meski telat aku tidak stres. Memang akhirnya aku tidak dapat ikut rapat pagi. Tapi, aku langsung dapat menyesuaikan dan mengerjakan pekerjaan lain yang dapat dilakukan.

Cuma, aku ngantuk sekali. Ow man…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s