Asyik tapi Bahaya di Jalan

Ponsel sebaiknya diletakkan di tengah dan sejajar dengan horison untuk memberikan tampilan maksimal.
Jadi ceritanya kemarin itu si hitam-putih Lenovo S820-ku di-upgrade ke Kitkat. Alhasil, semua program kembali ke default. Maka, program-program bawaan (pre-installed) yang tadinya sudah kuhapus, muncul lagi.
Salah satu program yang dulu aku hapus tanpa ba-bi-bu adalah aplikasi peta dan navigasi Route 66. Pasalnya, aku tak pernah mendengar nama ini sehingga aku pikir bukan program yang oke. Lagian, kalau sudah menjajal aplikasi populer seperti Waze, atau bawaan Google (Maps dan Navigation), siapa yang butuh aplikasi lain yang belum jelas kemampuannya.

Tampilan peta yang standar dan sederhana.

Tapi, kemarin, aku iseng aja mencoba-coba Route 66 (disebut juga Navigate 6, barangkali maksudnya ini versi yang terbaru). Ternyata, di luar dugaan, aplikasi ini cukup keren dan menyenangkan. Berikut hasil review yang aku lakukan. Aplikasi ini bisa digunakan secara online atau offline. Kalau online, seperti Google Maps, setiap kali petanya terunduh, sesuai yang ingin kita tampilkan. Tapi, karena grafisnya sederhana, mengunduhnya sangat cepat dan—kayaknya—tidak memakan banyak kuota data. Kalau mau lebih hemat dan cepat, ya unduh dulu semuanya, baru gunakan secara offline. Ada menu untuk mengunduh peta berbagai negara, jadi bisa digunakan tanpa harus terkoneksi ke internet.

Ini pilihan yang menyenangkan. Untuk Indonesia, yang kayaknya datanya tidak terlalu lengkap, besar file petanya 247,69 MB. Bandingkan dengan Jepang yang negaranya lebih kecil, tapi besar file petanya sekitar 1 GB. Mengapa jauh lebih besar? Karena peta ini memuat juga grafis 3 dimensi bangunan-bangunan yang menjadi penanda tempat (landmark). Yang di Jepang kayaknya lebih banyak, sedangkan di Jakarta cuma seputaran Sudirman dan Gatot Subroto aja yang ada grafis 3 dimensi. Ada fitur Follow Me. Jadi, Route 66 tidak hanya menampilkan peta dan panduan suara belokan demi belokan (navigasi suara). Aplikasi besutan perusahaan yang berkantor di Brasov, Romania, ini menghadirkan solusi berbasis teknologi augmented reality. Jadi, kata orang-orang pintar itu, augmented reality adalah bentuk teknologi yang memberikan pengayaan atau tambahan informasi pada realitas yang sudah ada. Dalam kasus ini, Route 66 sebenarnya menghadirkan tampilan dari kamera belakang, lalu memberikan informasi tambahan dalam bentuk data dan grafis.

Kondisi macet. Peta dan Follow Me.

Fitur yang disebut Follow Me ini memunculkan mobil virtual. Jadi, alih-alih melihat peta dan dipandu suara, pengguna cukup “mengikuti” mobil virtual yang berada “di depan” mobil pengguna. Mobil virtual itu akan menyalakan lampu sein apabila hendak berbelok, sedangkan ketika mengerem lampu rem juga menyala. Yang menarik, mobil virtual dapat diganti-ganti sesuai keinginan. Pilihan yang tersedia antara lain Audi A4 2001, BMW X5 2001, Ford Focus ST 2012, dan Mini Cooper 2001 yang menjadi pilihan default. Jika masih ingin melihat peta, terdapat pilihan untuk menampilkan peta dan layar mobil virtual secara bersamaan. Atau sekalian beralih sepenuhnya pada peta. Setelah menjajal fitur ini pada perjalanan pulang ke rumah (malam hari) dan berangkat ke kantor (pagi hari), dapat disimpulkan bahwa fitur ini bekerja dengan baik sesuai harapan dan sangat menyenangkan. Cuma ada beberapa catatan.

Lagi ngebut.

Faktor keamanan. Bagaimanapun fokus di jalan raya harus ke jalan di depan. Karena menarik, aplikasi ini bisa mengganggu perhatian sehingga berisiko tidak fokus. Kalau mobil kita melambat, mobil virtual “di depan” kita juga pura-puranya melambat, terlihat dari gambar mobil yang semakin besar sehingga memenuhi layar. Ya lucu juga, kita tidak bisa melihat kondisi “di depan” mobil virtual. Sebaliknya, kalau mobil kita cepat, mobil virtual ikut-ikutan “ngebut”. Secara perspektif gambar, dia jadi mengecil dan agak “jauh”. Entah karena petanya yang keliru, atau elevasi jalan yang naik-turun, kadang-kadang terlihat mobil virtual seakan-akan “terbang”, hehehe.

Pasti banyak yang bertanya soal konsumsi daya. Meski kamera menyala terus, imho konsumsi dayanya cukup hemat. Kemarin, dalam kondisi baterai penuh aku menggunakan aplikasi ini sepanjang perjalanan pulang kantor, sekitar 1,5 jam. Baterai masih tersisa lebih dari 3/4. Dibiarkan hidup semalaman tanpa di-charge, indikator baterai menunjukkan setengah lebih sedikit, pagi ini aku kembali menggunakan aplikasi ini selama perjalanan ke kantor sekitar 1 jam 15 menit. Sampai di kantor indikator baterai sudah tipis, tapi ternyata masih tersisa 15 persen. Jadi, perkiraan kasar, aplikasi Follow Me ini dapat dijalankan full selama 2 jam lebih. Oya, sebagai catatan, aku menggunakannya secara offline, jadi layanan data dimatikan, sehingga lebih hemat daya. Jauh lebih hemat ketimbang Waze, yang tidak sampai satu jam pasti sudah bikin ponsel low batt.

Sampai di tujuan, baterai sudah tipis.

Satu lagi, untuk pencarian lokasi, Route 66 juga termasuk mudah dan cepat. Jika tidak mengingat dengan pasti nama suatu tempat, cukup masukkan kata kunci yang diingat, aplikasi ini segera memunculkan berbagai kemungkinan lokasi yang dimaksud. Untuk negara-negara yang sudah mendukung informasi lalu lintas dan kamera pengawas kecepatan, layanan tersebut tersedia sebagai layanan premium. Overall, aplikasi ini patut dicoba bagi yang ingin mencari aplikasi peta alternatif. Asyik, tapi hati-hati, bisa berbahaya kalau tidak fokus di jalan.

Mobil lagi “terbang”.

Pencarian tempat gampang, cukup masukkan kata kunci, maka muncul pilihan yang relevan (kiri). Tinggal klik, aplikasi akan mengalkulasi rute dan waktu tempuh (kanan). Perhatikan, di samping tombol start ada tombol play. Ini untuk demo/peragaan simulasi perjalanan yang dipilih.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s