Kesempatan Jadi Reporter dan Jalan-jalan ke Jepang

Chiaki Matsuzawa dan Machico, pembawa acara Shiki Oriori
Chiaki Matsuzawa dan Machico, pembawa acara Shiki Oriori (foto milik Wakuwakujapan.tv)

Apa yang terlintas dalam benak Anda kalau ditanya tentang jalan-jalan ke Jepang? Barangkali jawabannya berkisar pada bunga sakura, Disneyland Tokyo, Universal Studios Osaka, Harajuku dengan cosplaynya, Akihabara dengan AKB48, atau sushi dan sashimi.

Ah, itu kayaknya terlalu mainstream. Terlalu biasa. Jepang memiliki lebih banyak hal menarik ketimbang hal-hal yang disebutkan tadi. Setidaknya, kesan ini yang muncul saat menyimak channel Waku Waku Japan.

Jadi, ceritanya sekitar akhir Desember lalu, saat liburan di rumah, aku iseng browsing channel yang ada di Indovision. Maklum, karena jarang di rumah, menonton dengan santai begini hanya bisa dilakukan pada saat akhir pekan atau liburan. Tidak sengaja, aku menemukan Waku Waku Japan di channel 168. Belakangan aku baca-baca di Internet, ternyata betul-betul ketinggalan. Karena channel ini sebenarnya sudah ada sejak Februari tahun silam (posting tentang berita tersebut ada di sini).

Kesan aku, channel ini ingin menampilkan Jepang lebih dari sekadar apa yang telah umum dikenal. Peminat hiburan dapat menyimak drama-drama populer seperti Naoki Hanzawa, Kids War, atau First Class. Sementara itu, kalau Anda otaku, silakan simak kiprah AKB48 atau menonton drama komedinya Acchan (center dan ikonnya AKB48 yang sudah graduate), plus sejumlah anime dan tokusatsu.

Tentu Waku Waku Japan bukan cuma diisi hiburan. Dan ini yang menyenangkan. Ada sejumlah program yang menurutku sangat menarik. Contohnya, Takeshi Art Beat yang berisi perjumpaan komedian dan sutradara kawakan Beat Takeshi dengan seniman-seniman kelas dunia. Satu episode yang aku tonton mengisahkan seorang pianis yang mengalami keterbelakangan mental, tapi mainnya jago banget, bahkan bisa membuat komposisi langsung di tempat berdasarkan mood-nya. Si Takeshi sampai speechless dibuatnya.

Ada juga Begin Japanology yang dibawakan Peter Barakan. Ini bercerita tentang berbagai hal yang membuat Jepang menjadi Jepang. Hahaha, ya gitu deh. Misalnya saja yang sempat aku tonton, episode tentang bagaimana orang Jepang memiliki stempel sebagai ganti tanda tangan. Ini benar-benar pengetahuan baru yang menarik buatku. Slogan acaranya sendiri “We’ll bring to you loads of information not even known by the people in Japan!” Nah lo. Hahaha.

Tapi, barangkali yang paling menarik dan jadi rutin aku ikuti adalah Shiki Oriori. Pada program ini, biasanya ada satu atau dua orang selebritas Jepang jalan-jalan ke suatu tempat. Tempatnya bisa sangat pelosok dan bukan tujuan wisata mainstream.

Pada salah satu episode, misalnya, mengangkat perjalanan komedian Gori ke Shima di Prefektur Mie. Di samping tempat-tempat dan kuliner yang menarik, dikisahkan pula bagaimana ia bertemu warga lokal. Gori berkenalan dengan ibu tua bernama Nobuko dan janjian untuk makan bersama di restoran khas setempat. Dalam percakapan berikutnya, Gori mendapati bahwa Nobuko ternyata mengidap kanker. Namun, ia tetap semangat menjalani hidup. Jadi, Jepang yang ditampilkan bukan cuma tempat-tempat dan kuliner menarik, tapi juga orang dan karakternya.

Lain waktu, ada pula cerita tentang dua orang perempuan jalan-jalan di Nagahama di Prefektur Shiga, dilanjutkan ke Pulau Chikubu di Danau Biwa. Sungguh menarik untuk mengetahui bahwa kaum perempuan Jepang dapat berjalan-jalan dengan aman, nyaman, dan tenteram, meski menggunakan fasilitas umum. Kayaknya, kalo di Tanah Air, butuh perempuan yang agak preman untuk dapat melakukan hal itu.

Yang lebih menarik lagi, ternyata Shiki Oriori lagi membuka kesempatan untuk pergi ke Jepang dan melaporkannya pada program Wakuwaku Reporter 2015. Syaratnya, peminat harus membuat tulisan tentang kesan terhadap acara Shiki Oriori dan esai singkat tentang Jepang yang ingin dikunjungi. Sejauh ini ada 5 area tujuan peliputan (bisa dilihat di sini) dan untuk masing-masing area akan diberangkatkan beberapa orang. Sayangnya, ketika aku mengetahui program ini, kesempatan untuk 2 area pertama sudah ditutup dan mestinya per kemarin, Kamis (29/1), kesempatan untuk area ketiga (Kinki) juga sudah ditutup.

Masih terbuka kesempatan mengikuti perekrutan untuk 2 tempat tersisa. Aku sendiri sudah mengirimkan tulisan untuk perekrutan area Kinki. Ya semoga berhasil ya. Siapa tahu bisa melunasi utang 1 yen kepada mbak-mbak penjaga mini market di Bandara Narita (kisahnya di sini). Kalau sesuai dengan acara Shiki Oriori, ini kesempatan untuk melihat sisi-sisi lain Jepang yang tidak mainstream. Mari dicoba…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s