Belajar dari Master Yoda, Mau Sukses Jangan Coba-coba

try-not
Yoda, Try not!

Hari ini, Jumat (18/12), episode VII dari saga Star Wars, dengan judul The Force Awakens, resmi diputar di Tanah Air. Hiruk-pikuknya sudah terasa sejak beberapa waktu terakhir. Mulai dari maraton nonton lagi episode I-VI di sejumlah saluran televisi hingga nobar. Saya sendiri setidaknya menerima tiga undangan berbeda untuk nobar dan berencana nobar bareng teman-teman kantor Sabtu (19/12) besok.

Anak saya, Jeremy, yang duduk di kelas V SD, sudah sejak beberapa bulan lalu mewanti-wanti untuk menonton film ini. Dua minggu terakhir, kami juga mengisi akhir pekan dengan menonton (ulang) Star Wars episode I-VI, sebagai “bekal” untuk menyimak episode VII.

Heboh banget ya?

Bagi saya, Star Wars lebih dari sekadar epik peperangan luar angkasa yang seru. Kisahnya juga sarat nilai dan makna yang membuat kita patut merenung, terutama dari ucapan-ucapan Master Yoda. Master Jedi yang telah berusia 900 tahun ini dikenal bijaksana. Saking banyaknya mutiara kebijaksanaan Yoda, sampai-sampai ada website khusus yang memuat kutipannya.

Nah, pada episode V, ada adegan di mana Luke Skywalker berlatih menjadi ksatria Jedi di bawah pengawasan Yoda. Dengan gaya bahasa khas yang suka membolak-balik antara predikat dan subyek, Yoda berkata, “Try not. Do or do not. There is no try.”

Bagian ini mengingatkan lagi pada salah satu podcast Michael Hyatt tentang kebiasaan coba-coba. Dia bercerita, suatu kali ia mengikuti seminar motivator sukses Tony Robbins. Dalam kesempatan itu, Robbins menyuruh seorang peserta perempuan untuk mencoba menggeser kursinya. “Try to move the chair but don’t move it,” begitu katanya. Serta merta si perempuan menggeser kursinya. “No no no, you move it. I said, try to move it, not move it.” Si perempuan jelas kebingungan mendengar instruksi Robbins.

Intinya, Robbins mau bilang bahwa tidak ada yang namanya “mencoba”. Yang ada, apakah kita melakukannya atau tidak melakukannya.

Hyatt menjelaskan lebih lanjut, banyak orang menjadikan “mencoba” sebagai dalih untuk membenarkan kegagalan. Ingat-ingat lagi, apakah Anda pernah gagal melakukan sebuah tugas, lalu berkata, “Setidaknya saya telah mencoba.” Ini menjadi pernyataan untuk meminta permakluman. Menurut Hyatt, inilah yang disebut “gagal dengan terhormat”. Dalam podcastnya, Hyatt menekankan bahwa kecenderungan itu harus dibasmi kalau kita ingin meraih sukses.

Apa yang dikatakan Yoda dan Robbins bukanlah sekadar masalah bahasa (semantik). Yang ditekankan di sini yaitu apakah kita sudah mengeluarkan segenap kemampuan terbaik? Pasalnya, sering kali dengan dengan dalih coba-coba, kita cuma berusaha seadanya. Dengan semangat semacam ini, tak heran jika akhirnya berujung pada kegagalan.

Daripada berusaha tapi setengah-setengah atau asal-asalan, menurut Yoda, lebih tidak usah. Dia tahu, Luke akan berhadapan dengan Darth Vader. Tidak ada jalan lain untuk memenangkan pertarungan kecuali bertarung habis-habisan dengan mengerahkan segenap kemampuan terbaik. Dan, itulah yang kemudian dilakukan Luke.

Oke, menjelang akhir pekan, saya tidak mau membikin kening lebih berkerut lagi. Ini cuma sisi lain yang menarik dari film Star Wars. Sekarang waktunya menyimak aksi serunya. May the force be with you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s