Rencana Berlibur di Tengah Isu Virus

folding-map-360382_1280
Agar lancar, rencanakan perjalanan dengan detail sedini mungkin. (Gambar by Pixabay)

Long weekend pertengahan bulan ini, kami sekeluarga berlibur ke Legoland Malaysia. Celakanya, sepekan sebelum berangkat, tiba-tiba marak pemberitaan soal virus zika di Singapura. Bukan apa-apa, kami berencana berangkat melalui Singapura.

Pilihan ke Legoland muncul karena permintaan Jeremy sebagai hadiah sunatan. Sebelumnya, kami sudah pernah ke Universal Studios Singapura dan Disneyland Tokyo. Kata Jeremy, ini untuk terakhir kalinya dia mau liburan ke theme park. Ya, sekarang dia sudah kelas 6 SD. Kalau SMP, katanya, sudah tidak pantas untuk main-main ke theme park. Oalah, anakku (merasa diri) sudah besar. Padahal, bapaknya aja masih mau…

Beberapa waktu lalu, kita melihat video di Youtube tentang keluarga yang berlibur ke hotel Legoland. Kelihatannya sangat menarik. Semuanya serba lego. Mulai dari kamar, lift, restoran, hingga kolam renang. Video itu bercerita tentang hotel Legoland di Amrik. Tapi, perkiraan kita, yang di Malaysia pasti tidak berbeda jauh. Dan, setelah melihat-lihat brosurnya, dugaan kita tidak keliru. Hanya saja, berarti budget yang harus disiapkan lumayan, karena mau menginap di hotel Legoland—bukan hotel budget seperti yang selama ini kita lakukan.

img_20160929_082539

Persoalan pertama yang harus segera diselesaikan adalah tiket pesawat. Ini yang paling menentukan, karena untuk mendapatkan tiket yang terjangkau kantong, harus dipesan jauh-jauh hari dan biasanya hanya tersedia untuk hari-hari yang tidak peak. Berhubung Jeremy disunat pada waktu libur sekolah Juni-Juli, maka kita harus mencari waktu yang cukup setelah itu. Pilihan pun jatuh pada long weekend September ini.

Cari punya cari, akhirnya ketemu Jetstar dengan harga yang sebenarnya tidak murah-murah amat. Tapi, lumayanlah, untuk long weekend ternyata masih bisa dapat di bawah Rp 1 juta. Tiket pun kita pesan sekitar enam bulan sebelum berangkat, done!

Oya, seperti saya singgung di atas, kita berangkat melalui Singapura. Terus terang, saya tidak terpikir opsi untuk terbang langsung ke Johor Baru, karena pengalaman beberapa teman dan sejumlah blogger, semua lewat Singapura. Padahal ini bisa jadi opsi, apalagi setelah kita tahu belakangan, lumayan ribet urusan keluar-masuk antarnegara ini. Tapi, setelah menimbang berbagai hal, pada akhirnya saya berkesimpulan pilihan kami tidak terlalu keliru.

img_20160929_082704

Setelah ada kepastian tanggal berangkat, langkah berikutnya memesan transportasi dan penginapan. Untuk transportasi, berdasarkan sejumlah review, yang dianjurkan adalah naik bus travel WTS Coach dari Singapore Flyer. Bus ini langsung menuju Legoland, jadi tidak perlu ganti-ganti angkutan lagi. Pilihan lain yaitu naik bus umum dari Bugis, tapi harus berganti bus di Malaysia. Atau, bisa juga naik taksi atau mobil carter, tapi ongkosnya lebih mahal. Ya sudah, kita langsung pesan WTS Coach via online untuk perjalanan pulang pergi. Perlu diingat, untuk berangkat hanya tersedia jadwal pagi hari, sedangkan untuk kembali hanya tersedia jadwal sore hari. Jadi, harus disesuaikan dengan itinerary. Done!

Terakhir, penginapan. Kita tidak mau terlalu ambisius dengan itinerary. Kali ini, fokusnya ke Legoland. Selebihnya dibikin sesantai mungkin, nggak usah ke sana-kemari seperti waktu di Jepang. Akhirnya kita kecapekan sendiri akibat jadwal yang terlalu padat. So, untuk durasi empat hari, hari pertama cuma diisi berangkat dari Jakarta siang hari, tiba di Singapura langsung check in hotel dan nggak ke mana-mana lagi. Hari kedua baru berangkat ke Legoland, menginap semalam di sana, dan hari ketiga balik lagi ke Singapura. Kita masih punya waktu luang sedikit di malam hari. Baru hari berikutnya kita kembali ke Indonesia.

Jadi, ada dua malam kita menginap di Singapura. Cukuplah hotel budget. Kita cari yang tak terlalu jauh ke Singapore Flyer. Pilihan pun jatuh ke Amaris Bugis di Middle Road. Dari sini, Bugis Junction dan Bugis Street masih within walking distance. Di seberang hotel ada Subway dan di sebelahnya ada 7 Eleven. Jadi, nggak perlu khawatir kelaparan di malam hari. Done!

Untuk hotel Legoland bisa dipesan online. Karena tidak yakin apakah di lokasi nanti bisa cari makan malam, kita memesan sekaligus dengan makan malam. Lantas, karena sudah menginap di situ, untuk tiket masuk theme park ada opsi beli kombo, tiket theme park bisa jadi terusan untuk masuk ke water park dan berlaku selama dua hari. Opsi ini jelas lebih menguntungkan ketimbang harus beli satu-satu, theme park dan water park. Ternyata, kemudian, dengan tiket ini, kita bisa keluar-masuk theme park dan water park sesuka hati. Lagi-lagi pilihan yang tepat. Done!

Kembali ke persoalan di awal, maraknya isu virus zika memang mengkhawatirkan. Apalagi ada berita di Kompas bahwa mereka yang pulang dari Singapura diskrining, takutnya terkena virus. Namun, menurut seorang teman, sebenarnya tak perlu terlalu khawatir, karena penyakit ini lebih berbahaya untuk ibu hamil. Yang penting, dijaga nggak tergigit nyamuk. Okelah, kita pasrah saja, tiket udah dibeli, masak nggak jadi berangkat. Yuk mareee… [bersambung]

Advertisements

One thought on “Rencana Berlibur di Tengah Isu Virus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s