Ouija, Bukan Sekadar Permainan

Hati-hati dengan permainan. Bukan semua permainan cuma “permainan”. Bisa jadi betulan dan akibatnya enggak main-main. Apalagi kalau menyangkut kuasa kegelapan. Kira-kira, begitulah yang dialami Alice Zander (Elizabeth Reaser).

Belakangan ini aku sering nonton skrining film yang teman-teman yang lain emoh nontonnya. Biasanya, filmnya bergenre horor. Mana mainnya pas malam Jumat pula, makanya tidak ada yang berminat. Seperti film yang satu ini, Ouija: Origin of Evil.

Harus sendirian menafkahi dua orang anak perempuannya, ia berpura-pura menjadi peramal. Dalam menjalankan aksinya, ia dibantu oleh kedua anak perempuannya, Lina (Annalise Basso) dan Doris (Lulu Wilson). Doris meniup lilin sehingga tampak seolah-olah mati sendiri, sedangkan Lina menjelma menjadi sosok bayangan di balik tirai. Semuanya untuk meyakinkan para tamu bahwa Alice mampu berkomunikasi dengan mereka yang telah meninggal.

Tentu saja, sebagai orang tua, Alice harus mempunyai pembenaran atas tindakannya. Kepada Doris, dia menjelaskan bahwa yang mereka lakukan adalah kebaikan, yaitu untuk menghibur para tamu yang datang.

Bisnis tersebut ternyata tidak berjalan baik. Alice dikejar berbagai tagihan yang harus dilunasi. Belum lagi, Lina yang berangkat remaja mulai nakal. Ia memperdaya Alice agar dapat kabur untuk berkumpul dengan teman-temannya. Lina tepergok sedang bermain papan ouija sehingga malam-malam harus dijemput Alice.

Alice kemudian berpikir bahwa permainan berkomunikasi dengan orang-orang yang telah tiada dengan papan ouija dapat menambah trik yang ia gunakan. Ia pun berusaha mengakali agar permainan tersebut dapat diatur sesuai keinginannya.

Ternyata, Doris menemukan bahwa ia benar-benar dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang telah berpulang menggunakan papan ouija. Bahkan, dengan bantuan informasi dari roh tersebut, ia dapat menemukan uang yang selama ini tersembunyi. Dengan bantuan Doris, Alice memanfaatkan papan ouija untuk memuaskan keinginan para pelanggannya. Namun, seiring dengan itu, berbagai hal aneh terjadi dan Doris mulai menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.

Benarkah papan ouija dapat menjadi medium komunikasi dengan orang-orang yang sudah tiada? Apakah mereka benar-benar berbicara dengan orang yang mereka tuju, atau mungkin dengan kekuatan lain?

Film yang mengambil setting akhir tahun 1960-an ini merupakan prekuel dari film Ouija (2014). Film ini dirilis untuk menyambut halloween. Tanpa harus mengumbar banyak efek khusus, film ini cukup mampu untuk membuat penonton merasa tidak nyaman atau terganggu. Buat penggemar film horor, Ouija: Origin of Evil ini cukup layak ditonton. [Versi ini disunting sedikit dari versi yang dimuat di Kompas Klasika, Jumat, 18 November 2016]

Tayang perdana: Oktober 2017

Rilisan: Amerika Serikat

Sutradara: Mike Flanagan

Skenario: Mike Flanagan, Jeff Howard

Pemain: Elizabeth Reaser, Lulu Wilson, Annalise Basso, Henry Thomas, Parker Mack, Doug Jones

Credit foto:

Dok Universal Pictures

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s