Assassin’s Creed, Layani Terang dalam Kegelapan

assassins-creed-jpg-2016-12-11-at-9-35-12-pm
Assassin’s Creed. (Foto-foto Dok 20th Century Fox)

Apa jadinya dunia tanpa kehendak bebas? Bagi Ordo Templar, kehendak bebas merupakan sumber “penyakit” yang membuat manusia melakukan kekerasan. Oleh karena itu, kehendak bebas harus dihilangkan. Persaudaraan rahasia Assassin berpendapat sebaliknya, kehendak bebas harus dipertahankan.

Kode genetik kehendak bebas konon tersimpan pada Apel Eden, yang pada abad ke-15 berada di bawah perlindungan seorang sultan di Andalusia (Spanyol saat ini). Ordo Templar mengerahkan segala upaya agar dapat memiliki Apel Eden, termasuk menculik anak sultan, Pangeran Ahmed. Sementara itu, para Assassin berupaya mati-matian agar Apel Eden tidak jatuh ke tangan Ordo Templar. Setelah kejadian penculikan yang memaksa sultan untuk mengeluarkan Apel Eden, diketahui Assassin bernama Aguilar de Nerha (Michael Fassbender) sebagai orang terakhir yang memegangnya sebelum kemudian menghilang dalam pengejaran.

Waktu bergulir hingga ke masa kini. Callum Lynch (juga diperankan Michael Fassbender) harus menghadapi hukuman mati akibat pembunuhan yang dilakukannya. Setelah menjalani eksekusi, ia ternyata masih hidup dan berada dalam sebuah fasilitas berteknologi canggih milik Abstergo Industries. Di bawah pimpinan saintis Dr Sophia Rikkin (Marion Cotillard), Lynch diminta mengikuti Proyek Animus.

Ternyata, Abstergo merupakan inkarnasi dari Ordo Templar. Selama ratusan tahun mereka terus mencari keberadaan Apel Eden dengan melacak Aguilar dan keturunannya. Melalui Proyek Animus, mereka berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengembalikan ingatan seseorang pada leluhurnya. Lynch yang ternyata merupakan keturunan langsung Aguilar dibutuhkan untuk mengetahui apa yang dilakukan leluhurnya itu setelah penculikan Pangeran Ahmed.

Apa yang dilakukan Lynch dan apakah kaum Assassin sekali lagi dapat menghalangi Ordo Templar untuk menguasai Apel Eden? Melalui alur cerita bolak-balik dari masa kini dan abad ke-15, penonton pelan-pelan diajak untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya dan peran para tokoh yang terlibat. Meski terkesan berjalan lambat, aliran cerita berkembang menjadi makin seru.

Diangkat dari gim populer bertajuk sama, penonton disuguhi adegan perkelahian dan kejar-kejaran dengan latar belakang bangunan-bangunan kuno Andalusia abad ke-15. Bagi para penggemar gim Assassin, adegan-adegan dalam film ini merupakan visualisasi nyata cerita dalam gim. Bagi mereka yang belum pernah memainkan gim Assassin, film ini tetap menghibur dengan cerita dan aksi laga yang memikat.

[tulisan ini dimuat juga di Kompas Klasika, Rabu, 4 Januari 2017]

Tayang perdana: Desember 2016

Rilisan: Amerika Serikat

Sutradara: Justin Kurzel

Skenario: Michael Lesslie, Adam Cooper, Bill Collage

Pemain: Michael Fassbender, Marion Cotillard, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, Charlotte Rampling, Michael K Williams

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s